Kilas IPNU: Menapak Jejak, Membentuk Watak
![]() |
| Arsip Sejarah IPNU |
Dalam sebuah
organisasi maupun perkumpulan, sebuah sejarah dan kisah di balik berdirinya
organisasi itu sangat penting. Seperti yang pernah digelorakan seorang Ir.
Soekarno dalam pidatonya tanggal 17 Agustus 1966 yang berjudul “JAS
MERAH!” Ya! JAS MERAH adalah akronim dari kalimat Jangan sekali-sekali
melupakan sejarah.
Yang harus
diingat dari sebuah sejarah bukan hanya tanggal, bulan, tahun, dan jam
terbentuknya organisasi. Namun harusnya lebih dari itu. Sejarah di balik
orang-orang yang mempelopori gerakan tersebut, tentang tujuan awal berdirinya,
semangat dan ikatan yang membuat gerakan itu terus berkembang, serta bagaimana
gerakan itu berubah dari waktu ke waktu.
Untuk itu,menelusuri jejak langkah keberadaan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (selanjutya disingkat IPNU), merupakan upaya yang harus selalu dilakukan. Ikhtiar ini adalah sebagai bentuk pencarian jati diri yang perlu dikontekstualisasikan dengan perkembangan zaman yang terus berkembang. Oleh siapa, untuk apa, kenapa dan bagaimana IPNU didirikan, merupakan hasil nyata dari jihad intelektual para pelajar NU dari berbagai daerah yang harus selalu terpatri dibenak kader-kader IPNU. Karena berangkat dari kesadaran inilah, secara lebih mudah militansi seorang kader bisa terbentuk.
Layaknya
seekor harimau, kalau ia tak sadar akan jati dirinya, maka yang ia lakukan
hanya menggeliat-geliat bagai cacing yang tak berdaya. Berbeda dengan seokor
singa yang tahu betul bahwa jati dirinya adalah seekor raja hutan, maka ia akan
selalu optimis, garang dan meraung dengan gagah sebagaimana jatidirinya yang
asli dan fitri. Dari analogi semacam inilah, kenapa sejarah menjadi sangat
penting untuk diangkat kembali. Agar pada kader lebih mengetahui dan menyadari
siapakah dan apakah IPNU sebenarnya.
JAS MERAH!! Jangan sekali-sekali melupakan SEJARAH!!
JAS MERAH!! Jangan sekali-sekali melupakan SEJARAH!!
